Cerita pendek tentang Wildy Hapiz Qur'an



Ketika Hasan di kelas 1 di sekolahnya diadakan lomba hapalan surah pendek dalam rangka merayakan Tahun Baru Islam, pada saat itu tidak bisa mengikuti lomba dikarenakan belum bisa baca Al Qur’an. Pada saat penyerahan piala kepada para pemenang, hasan menangis karena ingin mendapat piala seperti temannya, bahkan ketika sudah pulang kerumah hasan masih saja menangis karena ingin punya piala bahkan kakek hasan merasa tidak tega dengan tangisan hasan.

Melihat keadaan yang demikian akhirnya Sang Kakek berinisiatif pergi ke kantor tempat beliau  bekerja sebagai petugas kebersihan di sana dan meminjam piala yang ada di kantor untuk hasan, begitu piala diserahkan kepada hasan ternyata hasan tidak merasa bahagia karena piala hanya pinjaman bukan dari hasil lomba. Lalu ibunya berkata” kalau hasan mau mendapat piala seperti temannya maka tahun depan hasan harus ikut dalam  lomba hapalan surah pendek syaratnya mulai hari ini hasan harus belajar membaca Al Qur’an dan menghapalnya” sejak saat itulah hasan semangat belajar membaca Al Qur’an dan menghapalnya. Setiap pulang dari Darul Istiqomah tempat hasan belajar membaca Al Qur’an dan menghapal Al Qur’an maka hasan pun melakukan murajaah setoran hapalannya kepada ibunya dirumah dengan di gendong mengelilingi ruang tamu rumahnya.semakin banyak hapalan yang disetornya maka semakin  lama pula sang ibu harus menggendong hasan mengelilingi ruang tamu rumahnya. Alhamdulillah sekarang wildy sudah memiliki piala hasil dari mengikuti beberapa lomba. di Tahun 2014 dan Tahun 2015 Hasan mengikuti MTQ Nasional Tingkat Propinsi cabang Musabaqah Hafidz Qur’an 1 Juz.

Seiring waktu berjalan ternyata dengan menghapal Al Qur’an itu membuat hasan menjadi anak yang sangat cerdas ini dilihat dari prestasi belajarnya semula sebelum menjadi penghapal Al Qur’an raport hasan hanya peringkat ke 13 di kelasnya tetapi setelah menjadi penghapal Al Qur’an prestasi hasan meningkat dengan selalu menjadi juara ke 1 di kelasnya. Dan ketika seleksi untuk Olimpiade Matematika disekolahnya hasan terpilih sebagai juaranya mengalahkan peserta dari kelas 5 dan kelas 6 padahal hasan baru kelas 4.

Hasan juga belajar untuk menjadi da’i cilik dan dengan hapalan – hapalan  Qur’annya sangat membantu hasan untuk menyampaikan tausyiah-tausiyah berdasarkan dalil Al Qur’an dan Hadist. Hasan sangat menyukai lagu Armada  “ pergi pagi pulang pagi” karena itulah dalam tausiyahnya Hasan  sering menyampaikan materi dengan cara menyanyikannya dengan irama lagu tersebut.berikut beberapa contoh tausiyah yang di sampaikan Hasan di Youtube dengan alamat link Youtube :

Post a Comment

Comen

Hot News

Hot Video

radio streaming shoutcast murah indonesia, jasa pembuatan radio streaming, cara membuat radio streaming

Featured Post

Jadi orangtua yang jujur jika ingin dipercaya

Copyright © HI News. Edit By Pastitala.org Thanks To OddThemes